WN Israel Menuai Kritik

“Menkumham dan Ditjen Imigrasi harus memberi keterangan terbuka tentang ini. Karena, peraturan seperti ini dapat dipandang seperti pembelotan pada konstitusi dan rakyat Indonesia,” tutur Fadli Zon menyikapi masalah yang berlangsung sekarang ini Togel singapore hari ini dalam pengakuan tercatatnya yang diterima Selasa (1/12/2020).

Calling visa adalah service visa yang secara eksklusif diberi pada masyarakat dari beberapa negara yang keadaan atau kondisi negaranya dipandang mempunyai tingkat kerentanan spesifik.

“Info tentang pemberian calling visa untuk masyarakat negara Israel ini sudah pasti mengagetkan. Mengapa mengagetkan? Sebab segalanya yang berkaitan Israel semestinya jadi masalah peka untuk pemerintahan Indonesia,” tutur Fadli Zon.

“Apa lagi, kita tidak mempunyai jalinan diplomatik dengan negara itu,” sambungnya.

Fadli Zon menyentuh masalah riwayat politik di antara Indonesia dan Israel yang sepantasnya pemerintahan RI tidak memberi visa itu.

“Sepanjang 75 tahun kita mempunyai loyalitas untuk memberikan dukungan kemerdekaan Palestina. Itu menjadi garis politik luar negeri kita,” sambungnya.

“Berarti, untuk Indonesia, tidak ada jalinan diplomatik dengan Israel ini bukanlah cuman masalah administratif semata, tapi adalah masalah ideologis, bersejarah, dan diplomatis sekalian. Ini benar-benar esensial. Hingga, timbulnya peraturan calling visa untuk Israel harus selekasnya ditarik. Apa lagi, landasan hukumnya hanya satu Keputusan Menteri, Menkumham Yasonna Laoly.”

Peraturan seperti ini ia kira selaku wujud pembelotan pada konstitusi rakyat Indonesia. Peraturan seperti ini bisa juga mencederai persaudaraan kita dengan bangsa Palestina.

“Janganlah lupa, semenjak saat sebelum kita merdeka, bangsa Palestina sudah memberikan dukungan perjuangan kemerdekaan kita,” kata Fadli Zon.

“Seorang figur nasionalis Palestina, sekalian Mufti Agung Yerusalem, Amin Al-Husseini, semenjak tahun 1944 bahkan juga telah mengatakan pernyataan pada negara Indonesia. Pernyataan itu ditayangkan dalam suatu radio Berlin, Jerman, pada 1944. Walau sebenarnya, saat itu Palestina sendiri masih juga dalam wargaan Inggris.”

Updated: January 31, 2021 — 4:20 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *