Otorisasi Darurat Penggunaan Vaksin

Perusahaan farmasi Amerika Serikat (AS) Moderna sudah ajukan keinginan otorisasi genting vaksin COVID-19 ke regulator AS, pada Senin (30/11/2020). Permintaan itu disodorkan sesudah hasil studi terkini mengatakan jika vaksin itu mempunyai tingkat kemanjuran capai 94,1%.

Hasil sesaat yang disampaikan awalnya, mengatakan jika vaksin Moderna 94,5% efisien menantang virus corona.

Merilis situs DW Indonesia, Selasa (1/12/2020), Moderna menjelaskan akan “ajukan permintaan ijin marketing bersyarat ke Tubuh Pengawas Obat Eropa (European Medicines Agen/EMA).”

Informasi itu menambahkan jejeran perkembangan dalam usaha mengawali vaksinasi terbatas, sebab tingkat infeksi virus corona di penjuru dunia lagi bertambah.

Moderna menjelaskan proses inspeksi berguling dengan EMA, dan kewenangan regulator di Kanada, Swiss, Inggris, Israel, dan Singapura, sudah diawali. Proses ini mempunyai tujuan untuk percepat otorisasi. Perusahaan farmasi ini menjelaskan eksperimen vaksin selama ini tidak memunculkan permasalahan keamanan yang serius.

Moderna bisa menjadi perusahaan farmasi pertama yang ajukan otorisasi vaksinnya di Uni Eropa (UE). Minggu kemarin, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen umumkan jika UE sudah tanda-tangani kontrak sampai 160 juta jumlah vaksin Moderna.

Kontrak itu berisi gagasan pengangkutan awalnya 80 juta jumlah vaksin, dan 80 juta jumlah tambahan seterusnya. Moderna menjelaskan vaksinnya bisa dikirimkan ke UE tercepat bulan Desember, bila mendapatkan kesepakatan di Eropa.

Moderna menjelaskan dengan efektifitas vaksin dan catatan keamanan yang bagus – walau ada efek serupa flu yang berjalan sesaat – mengisyaratkan jika vaksin mereka penuhi syarat yang diputuskan oleh Tubuh Pengawas Obat dan Makanan AS (Food and Drug Administration/FDA).

Syarat yang diartikan untuk pemakaian genting saat sebelum pengetesan step akhir komplet.

Perkembangan Moderna ada pas ada di belakang perusahaan AS Pfizer dan partnernya dari Jerman, BioNTech, dalam usaha untuk mengawali vaksinasi di AS di bulan Desember.

Vaksin yang dibikin oleh tiga perusahaan Cina dan calon vaksin Rusia sedang dites di sejumlah negara.

 

Updated: January 15, 2021 — 9:12 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *