Dunia Butuh Bantuan Dana

Begitu seperti merilis situs Kanal News Asia, Selasa (1/11/2020).

“Kenaikan itu berlangsung nyaris semuanya sebab COVID-19,” kata koordinator kontribusi genting PBB Mark Lowcock ke reporter.

Tahun depannya, satu diantara 33 orang di penjuru dunia akan memerlukan kontribusi. Laporan itu mengutamakan jika mereka tinggal di satu negara, itu bisa menjadi negara paling besar ke-5 di dunia.

“Kemungkinan hal yang paling mencemaskan… ialah teror kembalinya kelaparan, mempunyai potensi di beberapa posisi,” kata Lowcock.

Dengan cuman satu kelaparan sejati selama ini di era ke-21 – di Somalia nyaris satu dasawarsa lalu – kelaparan massal nampaknya sudah “masuk ke riwayat”, ucapnya.

Tetapi saat ini, ia mengingatkan, “lampu merah berkedip dan bel sirene mengeluarkan bunyi”.

Pada tahun akhir 2020, banyaknya orang yang paling riskan pangan di penjuru dunia bisa membesar sampai 270 juta – bertambah 82 % dari jumlah awalnya saat sebelum tampil wabah COVID-19.

Keadaan di Yaman, Burkina Faso, Sudan Selatan, dan Nigeria timur laut memberikan indikasi jika mereka telah di tingkat kelaparan, sesaat beberapa negara dan daerah lain, terhitung Afghanistan dan Sahel, “mempunyai potensi benar-benar rawan”, ucapnya.

“Bila kita melalui 2021 tiada kelaparan besar, itu bisa menjadi perolehan yang berarti.”

Kritis besar yang lain yang memerlukan dana besar terhitung Republik Demokratik Kongo, Afghanistan dan Ethiopia.

“Kritis masihlah jauh dari usai.

“Bersama kita harus memobilisasi sumber daya dan berdiri dalam kebersamaan dengan beberapa orang di saat paling gelap mereka.”

Cuaca dingin masuk Desember dicemaskan jadi parah penebaran COVID, hingga memaksakan penget…

Updated: January 15, 2021 — 9:09 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *